Pages

Firman Allah S.W.T.

"Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri,janganlah kamu berputus asa daripada rahmat Allah s.w.t.Sesungguhnya Allah s.w.t mengampuni semua dosa-dosa dan sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". ( az-Zumar: 39:53 )

Tuesday, November 23, 2010

ALLAH MEMANGGIL KITA HANYA 3 KALI SAJA SEUMUR HIDUP…



Ibu berkata... * Allah hanya memanggil kita 3 kali saja seumur hidup*
Keningku berkerut.... ....'Sedikit sekali Allah memanggil kita..?'

Ibu tersenyum. 'Iya, tahu tidak apa saja 3 panggilan itu..?' Saya menggelengkan kepala.
1) 'Panggilan pertama adalah Adzan, ujar Ibu.
'Itu adalah panggilan Allah yang pertama. Panggilan ini sangat jelas terdengar di telinga kita, sangat kuat terdengar. Ketika kita sholat, sesungguhnya kita menjawab panggilan Allah. Tetapi Allah masih fleksibel, Dia tidak 'cepat marah' akan sikap kita.

Kadang kita terlambat, bahkan tidak sholat sama sekali karena malas. Allah tidak marah seketika. Dia masih memberikan rahmat Nya, masih memberikan kebahagiaan bagi umat Nya, baik umat Nya itu menjawab panggilan Azan-Nya atau tidak. Allah hanya akan membalas umat Nya ketika hari Kiamat nanti'.
Saya terpaku.... . .mata saya berkaca-kaca. Terbayang saya masih melambatkan sholat karena meeting lah, mengajar lah, dan lain lain. Masya Allah.......

Ibu melanjutkan,
2) Panggilan yang kedua adalah Panggilan Umrah / Haji
Panggilan ini bersifat halus. Allah memanggil hamba-hambaNya dengan panggilan yang halus dan sifatnya 'bergiliran' . Hamba yang satu mendapatkan kesempatan yang berbeda dengan hamba yang lain. Jalan nya bermacam-macam. Yang tidak punya uang menjadi punya uang, yang tidak merencanakan, ternyata akan pergi, ada yang memang merencanakan dan terkabul.
Ketika kita mengambil niat Haji / Umrah, berpakaian Ihram dan melafazkan 'Labaik Allahuma Labaik/ Umrotan', sesungguhnya kita saat itu menjawab panggilan Allah yang ke dua.

Saat itu kita merasa bahagia, karena panggilan Allah sudah kita jawab, meskipun panggilan itu halus sekali.
Allah berkata, laksanakan Haji / Umrah bagi yang mampu'.
Mata saya semakin berkaca-kaca. ........Subhanallah...... .saya datang menjawab panggilan Allah lebih cepat dari yang saya rancangkan.. ...Alhamdulillah...

3) 'Dan panggilan ke-3', lanjut Ibu, 'adalah KEMATIAN.
Panggilan yang kita jawab dengan amal kita. Pada kebanyakan kasus, Allah tidak memberikan tanda tanda secara langsung, dan kita tidak mampu menjawab dengan lisan dan gerakan. Kita hanya menjawabnya dengan amal sholeh. Karena itu , manfaatkan waktumu sebaik-baiknya. ..
Jawablah 3 panggilan Allah dengan hatimu dan sikap yang Husnul Khotimah.... .......Insya Allah surga adalah balasannya.. ...'

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, Rasulullah Saw bersabda: *Pada hari kiamat akan keluar seekor binatang dari neraka jahanam yang bernama 'Huraisy' berasal dari anak kala jengking. Besarnya Huraisy ini dari timur hingga ke barat. Panjangnya pula seperti jarak langit dan bumi. Malaikat Jibril bertanya : 'Hai Huraisy! Engkau hendak ke mana dan siapa yang kau cari?'
Huraisy pun menjawab, 'Aku mau mencari lima orang:

Pertama, orang yang meninggalkan solat

Kedua, orang yang tidak mau keluarkan zakat.

Ketiga, orang yang durhaka kepada ibu dan bapaknya.

Keempat, orang yang bercakap tentang dunia di dalam masjid.

Kelima, orang yang suka minum arak.

Sunday, November 21, 2010

kesaksian iblis laknatullah

KESAKSIAN IBLIS


Edisi ini saya  berbagi tentang suatu hadits yang luar biasa dahsyat maknanya. Saya yakin cukup dengan suatu hadist ini jika setiap kita membaca, menyelami dan mengamalkannya dengan baik insya Allah kita akam menjadi mukmin sejati. Tak perlu berpanjang, berikut kutipan lengkapnya :
 

D
ari Muadz bin Jabal dari Ibu Abbas: Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, terdengar panggilan seorang dari luar rumah:” wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku “Rasulullah bersabda.” Tahukah kalian siapa yang memanggil?” Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih tahu”. Beliau melanjutkan, “itu iblis, laknat Allah bersamanya.” Umar bin Khattab berkata : “izinkan aku membunuhnya wahai Rasullulah”. Nabi menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan untuk ini, pahamilah apa hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik”.
 

Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi. Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin”, Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT sebagai makhluk terlaknat, apa keperluanmu?”
 
Iblis menjawab: ” Wahai Muhammad, aku datang kesini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa”.
 
“Siapa yang memaksamu?”
 
“Seorang malaikat utusan Allah mendatanganiku dan berkata: Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukan diri. Beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. Jawablah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin “.
 
“Oleh karena itu aku sekarang mendatanganimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh”.
 

*Orang yang dibenci Iblis*

Rasulullah SAW lalu bertannya kepada iblis: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?” iblis segera menjawab: “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah makhluk Allah yang paling aku benci.”
 
“Siapa selanjutnya?” tanya Rasulullah
 
“Pemuda yang bertaqwa memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.”
 
“Lalu Siapa lagi?”
 
“Orang alim dan wara’ (loyal)”
“Lalu siapa lagi?”
 
“Orang yang selalu bersuci.”
 
“Siapa lagi?”
 
“Seorang yang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain?”
 
“Apa tanda kesabarannya?”
 
“Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang – orang yang sabar”.
 
“Selanjutnya apa?”
 
“Orang yang bersyukur”
 
“Apa tanda kesukurannya ?”
 
“ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya”.
 
“Orang seperti Abu Bakar menurutmu?”
 
“Ia tidak menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.”
 
“Umar bin Khattab ?”
 
“Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.”
 
“Usman bin Affan?”
 
“Aku Malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.”
 
“Ali bin Abi Thalib?”
 
“Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. Tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali Abi Thalib selalu berdzikir terhadap Allah SWT).

* Amalan yang Dapat Menyakiti Iblis*

“Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat ?”
“Aku merasa panas dingin dan gemetar,” “kenapa ?”
“Sebab, setiap seorang hamba abersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”
“Jika seorang umatku berpuasa ?”
“Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.”
“Jika ia berhaji ?”
“Aku seperti orang gila.”
“Jika ia membaca al – qur’an ?”
“Aku merasa meleleh laksana timah di atas api”
“Jika ia bersedekah”
“ Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”
“Mengapa bisa begitu ?”
“ Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. Yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.”
“Apa yang dapat mematahkan pinggangmu ?”
“Suara kuda perang dijalan Allah.”
“Apa yang dapat melelehkan tubuhmu ?”
“Taubat orang bertaubat.”
“Apa yang dapat membakar hatimu?”
“Istighfar diwaktu siang dan malam.”
“Apa yang dapat mencoreng wajahmu ?”
“ Sedekah yang diam – diam.”
“ Apa yang dapat merusak wajahmu ?”
“ Shalat fajar.”
“ Apa yang dapat memukul kepalamu ?”
“Shalat berjama’ah.”
“ Apa yang paling mengganggumu ?”
“ Majelis para ulama.”
“ Bagaimana cara makanmu ?”
“ Dengan tangan kiri dan jariku .”
“ Dimanakah kau menaungi anak – anak mu dimusim panas ?”
“ Dibawah kuku manusia .”

* Manusia Yang Menjadi Teman Iblis*

Nabi lalu bertanya : “Siapa temanmu wahai Iblis ?”
“Pemakan riba”
“Siapa sahabatmu ?”
“ Pezina”
“ Siapa teman tidurmu “
“ Pemabuk. “
“ Siapa utusanmu ?”
“ Tukang sihir.”
“ Apa yang membuatmu gembira ?”
“ Bersumpah dengan cerai.”
“ Siapa kekasihmu?”
“ Orang yang meninggalkan shalat jum’at.”
“ Siapa manusia yang paling membahagiakanmu ?”
“ Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.”

*Iblis Tidak Berdaya Dihadapan Orang yang Ikhlas*

Rasullullah SAW lalu bersabda :”Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu”.
“Iblis segera menimpali : “ tidak. Tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku. Demi yang menciptakan diriku dan memberikanku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang saleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.”
“Siapa orang yang ikhlas menurutmu ?”
“Tidaklah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat orang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjungan, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku. “

*Iblis dibantu oleh 70.000 anak – anaknya*

Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak dan setiap anak memilki 70.000 syaitan. Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk mengganggu anak – anak muda, sebagian untuk mengganggu orang tua sebagian untuk menggunggu wanita tua, sebagian anakku juga aku tugaskan kepada para zahid. Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjama’ah. Tanpanya manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjama’ah.
 

Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu dimata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur hingga pahalanya terhapus.
Aku punya anak yang senang berada dilidah manusia. Jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.
Pada setiap seseorang wanita yang berjalan, anakku dan syaitan duduk dipinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.
 
Syaitan juga berkata ,”Keluarkan tanganmu”, lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaitan pun menghiasi kukunya. Mereka, anak –anakku selalu menyusup dan berubah ke satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.
Akhirnya mereka menyembah allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.
Tahukah kamu, Muhammad ? Bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya sembuh seketika. Aku terus meggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.


*Cara Iblis Menggoda*

Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?
Akulah mahluk pertama yang berdusta. Pendusta adalah sahabatku. Barang siapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku. Tahukah kau Muhammad? Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa derngan nama Allah bahwa aku benar-benar menasihatinya. Sumpah dusta adalah kegemaranku. Ghibah (gosip) dan Namimah (adu domba) kesenanganku. Kesaksian palsu kegembiraanku. Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata-kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. Jadi semua anak-anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, Cerai.

Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur – ngulur shalat, Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikkan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia menundanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya ke mukanya.

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya lihat kiri dan kananmu, ia pun menoleh. Pada saat itu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku ucapkan ‘salatmu tidak sah’. Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul.
Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. I apun shalat seperti ayam yang mematuk beras.
Jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjama’ah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkan sebelum iamam. Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai.
Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika menguap, syaitan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia. dan ia pun semakin taat padaku.
Kebahagiaan apa untukmu, sedangfkan aku amemerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. Aku katakan padanya, “Kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. Orang sakit dan miskin tidak. Jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.

Ia pun mati dalamkekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan. Wahai Muhammad, apakh engkau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari Islam ?”

*10 Permintaan Iblis Kepada Allah SWT*

“Berapa yang kau pinta dari Tuhanmu?”
“10 macam”
“ Apa saja?”
“Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan. Allah berfirman, “Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. Dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan”(Qs Al Isra :64).
Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga dari makanan haram dan bercampur dengan riba. Aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.
Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah. Maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaitan.
Aku minta agar bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal. Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku. Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku. Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku. Aku minta agar Allah memberikan saudaraku, maka ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku. Allah berfirman, “ Orang – orang boros adalah saudara – saudara syaitan. “(Qs. Al – Isra:27).
Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku. Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia. Allah menjawab, “silakan”, aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.

Iblis berkata : “ Wahai Muhammad, aku tak bisa meyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikkan dan menggoda,”
Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorang pun. Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya Rasul yang menyampaikan amanah. Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun dimuka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang telah ditentukan sengsara. Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak diperut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.

Rasulullah SAW lalu membaca ayat : “Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT” (QS Hud : 118 – 119). Juga membaca, “Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku: (Qs Al-Ahzab :38). Iblis lalu berkata : “Wahai Rasul Allah takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para Nabi dan Rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin makhluk – makhluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. Aku si celaka yang terusir. Ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. Dan aku tak berbohong.” #







Sumber : Kitab Sajaratul Kaun oleh Muhyidin Ibnu Arabi /Darul ‘Ilmi al – Munawar asy-Syamsiyah, Madinah.

( Ulama wara berkata : Berbuat baiklah sekuat tenagamu untuk mencapai SYURGA,dan janganlah engkau Menyandarkan terlebih dahulu kepada TAKDIR ).

Friday, November 5, 2010

Cinta: Kerinduan, Kebersamaan dan Keredhaan


           KETAHUILAH bahawa cinta kepada Allah swt adalah tujuan utama daripada pelbagai macam kedudukan. Setelah mengenal cinta, maka muncul perasaan lain iaitu kerinduan, rasa senang dan redha. Sedangkan sebelum dia merasakan cinta itu tidak ada kedudukan lain melainkan perkara-perkara yang mengawali cinta seperti taubat, sabar, zuhud dan sebagainya.

          Umat Islam sudah sepakat bahawa cinta kepada Allah swt dan Rasul-Nya saw merupakan kewajipan. Di antara dalil yang menjadi saksi tentang cinta ini adalah firman Allah swt :
“Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya.” (Al-Maidah : 54)
“Dan orang-orang yang beriman lebih cinta kepada Allah.” (Al-Baqarah : 165)
Ini merupakan dalil yang menguatkan cinta kepada Allah swt dan timbal balik dalam cinta itu.

Dalam hadith sahih disebutkan bahawa ada seorang lelaki bertanya tentang hari kiamat kepada Rasulullah saw. Baginda kembali bertanya: ‘Apakah yang sudah kamu siapkan untuk menghadapinya?’ Orang itu menjawab: ‘Wahai Rasulullah, aku tidak bersiap-siap untuk menghadapinya dengan banyaknya solat dan puasa, hanya aku mencintai Allah swt dan Rasul-Nya.’ Lalu Nabi saw bersabda: ‘Seseorang itu bersama orang yang dicintainya dan kamu bersama orang yang kamu cintai.” (Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim)
Tiada kesenangan yang dirasakan orang-orang muslim setelah mereka masuk Islam seperti kesenangan mereka mendengar sabda baginda ini.

          Diriwayatkan bahawa malaikat pencabut nyawa mendatangi Al-Khalil Ibrahim a.s. untuk mencabut nyawa beliau. Lalu beliau bertanya kepada malaikat itu: ‘Adakah engkau melihat kekasih yang mencabut nyawa kekasihnya?’ Lalu Allah swt mewahyukan kepada beliau: ‘Adakah engkau melihat seorang kekasih yang tidak suka berjumpa dengan kekasihnya?’ Lalu Ibrahim a.s. berkata kepada malaikat pencabut nyawa: ‘Wahai Malaikat maut, cabutlah sekarang juga!’

         Al-Hassan Al-Basri rahimahullah berkata: “Siapa yang mengetahui Rabb-nya maka dia akan mencintai-Nya dan siapa yang mencintai selain Allah swt bukan kerana kaitannya dengan Allah swt maka yang demikian itu disebabkan kebodohan dan keterbatasannya mengetahui Allah swt. Sedangkan cinta kepada Rasulullah saw tidak akan muncul melainkan daripada cinta kepada Allah swt, begitu pula cinta kepada ulama dan orang-orang yang bertakwa. Orang yang dicintai kekasih juga patut untuk dicintai. Rasul yang dicintai Allah swt juga patut dicintai. Semua ini kembali kepada cinta yang pertama. Pada hakikatnya tidak ada sesuatu yang patut dicintai di mata orang-orang yang memiliki mata hati kecuali Allah swt semata.”
Kejelasan tentang masalah cinta ini kembali kepada beberapa sebab, iaitu :
  • Pertama : Manusia mencintai dirinya sendiri, keharmoniannya, hartanya, eksistensinya dan tidak menyukai perkara-perkara yang sebaliknya yang sifatnya merosak, meniadakan atau pun mengurangkan.
         Ini merupakan tabiat setiap makhluk hidup dan susah digambarkan dapat berpisah darinya. Beerti hal ini menuntut adanya cinta kepada Allah swt. Jika manusia mengetahui Tuhan-nya tentu akan mengetahui secara pasti bahawa keberadaan dan kesempurnaannya berasal dari Allah swt, bahawa Allah-lah yang menciptakan sesuatu baginya dan menciptakan dirinya yang sebelumnya tidak ada. Seandainya bukan kerana kurnia Allah swt tentu dia tidak akan ada. Tadinya dia adalah kurang. Berkat kurnia Allah swt, dia pun menjadi sempurna. Oleh kerana itu Al-Hassan Al-Basri berkata: “Siapa yang mengetahui Tuhan-nya nescaya akan mencintai-Nya dan siapa yang mengetahui dunia nescaya akan menjauhinya.”
Bagaimana mungkin dapat digambarkan seseorang mencintai dirinya tetapi tidak mencintai Tuhan-nya yang menjadi sandaran dirinya?
  • Kedua : Tabiat manusia mencintai orang yang berbuat baik, mengasihi, melindunginya, menghalau musuh-musuhnya dan membantunya meraih segala apa yang dicita-citakan.
Tentu saja dialah kekasih yang sesungguhnya. Jika manusia menyedari benar hal ini maka dia akan tahu bahawa yang paling banyak berbuat baik kepadanya adalah Allah swt semata. Kebaikan-Nya tiada terkira, sebagaimana firman-Nya :
“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, nescaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya.” (An-Nahl : 18)

          Kami telah menghuraikan masalah ini dalam fasal syukur. Tetapi perlu kami tegaskan sekali lagi bahawa kebaikan yang berasal daripada manusia hanya sekadar kiasan semata. Pada hakikatnya yang berbuat baik adalah Allah swt.

        Gambaran secara jelas, ada seseorang yang menyerahkan seluruh simpanan dan miliknya kepadamu. Dia membenarkan kamu menggunakan semua itu untuk apa pun yang kamu kehendaki. Tentu kamu menyangka kebaikan itu berasal daripada orang tersebut. Ini jelas salah. Kebaikan orang itu ada berkat limpahan harta Allah swt, berkat kekuasaan Allah swt terhadap harta itu dan berkat dorongan Allah swt untuk memberikan seluruh hartanya. Siapa yang membuat orang itu mencintaimu, memilih dirimu dan membuatnya berfikir bahawa kebaikan agama dan dunianya adalah dengan cara berbuat baik kepadamu?
Seandainya tidak ada semua ini tentu orang itu tidak akan menyerahkan hartanya kepadamu. Seakan-akan dia dipaksa untuk menyerahkan hartanya kepadamu dan dia tidak dapat menolak. Jadi yang berbuat baik adalah yang telah memaksa orang itu untuk menyerahkan seluruh miliknya kepadamu. Dia tidak ubahnya pemegang kunci gudang raja yang diperintahkan memberikan sesuatu kepada seseorang. Pemegang kunci itu tentu tidak akan dilihat sebagai orang yang berbuat baik.

Ini kerana dia hanya sekadar ditugaskan atau dipaksa taat kepada raja. Andaikata raja membiarkannya, tentu dia tidak dapat berbuat apa-apa. Begitu pula setiap orang yang berbuat baik. Seandainya Allah swt membiarkan dirinya, tentu dia tidak akan mengeluarkan sesuatu apa pun sehingga Allah swt mendorongnya untuk mengeluarkan sesuatu. Oleh itu, orang yang memiliki makrifat tidak boleh mencintai sesuatu kecuali Allah swt semata. Kebaikan mustahil datang daripada selain Allah swt.
  • Ketiga : Menurut tabiat manusia, orang yang pada dasarnya baik dapat saja menjadi orang yang dicintai, meskipun kebaikannya tidak sampai kepada dirimu.
           Jika kamu mendengar khabar bahawa ada seorang raja di suatu negeri yang jauh dikenali sebagai raja yang adil, ahli ibadah, menyayangi manusia dan lemah-lembut kepada mereka, tentu kamu akan mencintainya dan kamu akan condong kepadanya. Yang demikian ini pun menuntut cinta kepada Allah swt. Bahkan menuntut untuk tidak mencintai selain Allah swt kecuali jika dikaitkan dengan suatu sebab. Allah-lah yang berbuat baik kepada segala sesuatu secara keseluruhan dengan cara menciptakan dan menyempurnakan semuanya, daripada yang kecil sehingga yang besar, berupa nikmat yang tidak terbilang jumlahnya, sebagaimana firman-Nya:
“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, nescaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya.” (An-Nahl : 18)

          Lalu bagaimana mungkin selain Allah swt disebut orang yang berbuat baik, padahal kebaikan orang yang berbuat baik itu berasal daripada sekian banyak kebaikan kekuasaan-Nya? Barangsiapa yang memikirkan hal ini tidak akan mencintai kecuali Allah swt semata. Dapat pula kami katakan, setiap orang yang memiliki ilmu atau kekuasaan atau terhindar sifat-sifat yang tercela patut dicintai. Sifat para siddiqin yang dicintai manusia kembali kepada pengetahuan mereka tentang Allah swt, malaikat, kitab-kitab, rasul-rasul, syariat-syariat nabi-Nya, kemampuan mereka membenahi diri mereka dan usaha mereka menjauhi segala kehinaan dan keburukan. Sifat-sifat seperti ini pula para nabi dicintai. Jika sifat-sifat ini dinisbatkan kepada sifat-sifat Allah swt maka ia terlalu kecil.

           Adapun tentang ilmu, maka ilmu orang-orang yang terdahulu dan ilmu orang-orang yang belakang semuanya berasal daripada ilmu Allah swt yang meliputi segala sesuatu. Tidak ada sesuatu pun di langit dan di bumi meski seberat atom yang lepas daripada ilmu Allah swt. Kemudian Allah swt berseru kepada semua makhluk:
“Dan tiadalah ilmu yang diberikan kepada kamu melainkan hanya sedikit.” (Al-Isra’ : 85)

           Seandainya seluruh penghuni langit dan bumi berhimpun untuk menyamai ilmu dan hikmah Allah swt di dalam merinci penciptaan seekor semut atau nyamuk, tentu mereka tidak akan sanggup melakukannya dan sekali-kali tidak dapat mencapai seperti ilmu-Nya. Ini kerana sedikit kekuasaan yang dimiliki manusia tentang suatu ilmu yang diturunkan Allah swt. Kelebihan ilmu Allah swt ke atas ilmu seluruh makhluk sudah terkeluar dari batasan. Ilmu Allah swt tiada batas akhirnya.

          Kekuasaan juga merupakan sifat kesempurnaan. Jika kekuasaan seluruh makhluk dinisbatkan kepada kekuasaan Allah swt, maka kamu mendapati orang yang paling perkasa, paling luas wilayah kekuasaannya, paling hebat kekuatannya, paling mampu mengatur dirinya sendiri dan orang lain, kekuasaannya tercermin di dalam sifat-sifat dirinya dan kemampuannya melalu segala rintangan, tetap saja tidak mampu mengatur mudharat dan manfaat bagi dirinya sendiri, tidak mampu mengatur mati, hidup dan tempat kembalinya, bahkan tidak sanggup menjaga matanya daripada kebutaan. Tidak mampu menjaga lidahnya daripada kekeluan, tidak mampu menjaga telinganya daripada ketulian, tidak mampu menjaga badannya daripada penyakit, lebih-lebih lagi menjaga satu biji atom yang ada dalam tubuh makhluk.

          Dia tidak memiliki kekuasaan mengatur dirinya sendiri dan orang lain. Jadi kekuasaan itu tidak berasal daripada dirinya sendiri, tetapi Allah-lah yang menciptakan dirinya dan menciptakan kekuasaannya serta menciptakan sebab-sebab yang melatarbelakangi semuanya itu. Seandainya Allah swt menjadikan seekor nyamuk berkuasa, tentu ia sanggup mematikan raja yang paling berkuasa dan paling kuat. Seorang hamba tidak memiliki kekuasaan apa pun kecuali daripada tuannya.
Allah swt telah berfirman tentang hak penguasa bumi yang paling agung, iaitu Zulqarnain:
“Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di muka bumi dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu.” (Al-Kahfi : 84)

          Semua kerajaan dan kekuasaan tidak mungkin terjadi kecuali kerana anugerah Allah swt. Ubun-ubun seluruh makhluk ada di tangan Allah swt dan kekuasaan-Nya. Jika Allah swt membinasakan mereka semua, tidak ada sedikit pun daripada kerajaan dan kekuasaan-Nya yang berkurangan. Seandainya Allah swt menciptakan seribu kali lebih banyak daripada jumlah makhluk yang ada, maka itu tidak akam memberatkan-Nya. Tiada ada yang berkuasa kecuali Dia.

          Milik-Nya segala kesempurnaan, keagungan, kebesaran dan kekuasaan. Jika digambarkan bahawa kamu mencintai seseorang yang berkuasa kerana kesempurnaan kekuasaan, keagungan dan ilmunya, tentu yang lain tidak patut mendapatkan cinta itu. Sementara tidak dapat digambarkan bahawa kesempurnaan kesucian melainkan hanya milik Allah swt semata-mata.

         Dialah satu-satunya penguasa, yang tidak ada tandingan-Nya dan tidak ada yang menyamai-Nya. Dialah tempat bergantung yang tidak pernah goyah, Yang Maha Kaya dan tidak mempunyai keperluan, Yang Berkuasa dan mampu berbuat menurut kehendak-Nya, menetapkan hukum seperti yang diinginkan-Nya, tidak adak yang dapat menolak hukum-Nya, tidak ada yang dapat merintangi qadha’-Nya, yang Maha Mengetahui dan tidak ada sesuatu sekecil apa pun di langit dan di bumi yang lepas daripada pengetahuan-Nya.

        Kesempurnaan pengetahuan orang-orang yang memiliki pengetahuan adalah mengakui kelemahan pengetahuannya. Allah-lah yang selayaknya mendapatkan cinta sejati.

Kurangkan Tidur Bangunlah Mengadap Allah!

       
  Ayat yang kedua yang digunakan oleh Dr Abdullah Nasih Ulwan dalam menggariskan perbezaan antara generasi zaman kegemilangan Islam dan generasi masakini ialah ayat 17 hingga 19 surah al-za:riya:t:
كانوا قليلا من الليل ما يهجعون وبالأسحار هم يستغفرون وفي أموالهم حق للسائل والمحروم

mereka sentiasa mengambil sedikit sahaja: masa dari waktu malam, untuk mereka tidur. dan pada waktu akhir malam (sebelum fajar) pula, mereka selalu beristighfar kepada Allah (memohon ampun). dan pada harta-harta mereka, (ada pula bahagian Yang mereka tentukan menjadi) hak untuk orang miskin Yang meminta dan orang miskin Yang menahan diri (daripada meminta). (al-za:riya:t 51:17-19)

         Antara ciri-ciri orang beriman yang berjaya yang digariskan di sini ialah:
Sanggup mengenepikan keselesaan dan kerehatan demi kereinduan mengadap Allah taala pada waktu yang paling disukainya.
Sanggup bangun awal untuk memohon ampun dan bermunjat kepada Allah walaupun terpaksa meninggal saat tidur yang paling indah.
Harta dan wang ringgit digunakan untuk membantu saudara seislam yang kesusahan yang telah ditakdirkan Allah kurang mendapat rezeki dan kesenangan dunia.

         Jika kita renungi dan hayati ayat ini dengan mendalam dan cuba kita lihat kepada diri kita. Adakah ciri-ciri ini sudah ada dalam diri kita? Ramai dikalangan kita mengeluh tentang kemunduran dan kelemahan Islam. Malah umat islam dilanda pelbagai masalah kehidupan yang teruk yang kadangkala lebih teruk dari mereka yang kufurkan Allah. 

       Antara sebabnya ialah masyarakat islam kita amat naif dari memiliki sifat-sifat di atas. Pernah saya mendengar keluhan pimpinan dewan ulamak sebuah parti Iislam di malaysia. Beliau mengatakan bagaimana perjuangan Islam di Malaysia mahu mencapai kemenangan sedangkan pejuang-pejuang Islam yang bertaraf ulamak pun tidak ramai yang sanggup mengurangkan tidur bangun mengadap Allah. Beliau mengatakan dalam satu program pernah diajukan soalan siapakah yang istiqamah qiamullail sekurang-kurangnya sekali seminggu? Hanya tiga atau empat orang sahaja yang mengangkat tangan.

      Inilah masalah yang dihadapi oleh kita semua. Ramai yang bercakap bedegar-degar mahu memperjuangkan islam dan sanggup berjihad melawan musuh. Tetapi malangnya pejuang-pejuang berpangkat general sendiri pun masih tak mampu melawan hawa nafsu. Apatah lagi orang awam yang kurangnya ilmu dan iman.

Marilah kita mulakan untuk melatih diri kita untuk berjihad dan berkorban untuk Allah. Ketepikan keseronokan dan keselesaan di dunia. Kejarlah apa yang telah di janjikan Allah di akhirat. Dunia adalah tempat untuk bekerja. Akhirat adalah tempat untuk berehat bersama bidadari di dalam istana yang amat indah.


HAKIKAT CINTA


            Kecintaan yang hakiki yang didasarkan kerana ALLAH ialah apabila seseorang itu tidaklah mencintai orang lain itu kerana peribadi (dzat) nya orang itu , tetapi semata-mata kerana mengingat keuntungan-keuntungannya yang akan diperoleh untuk keakhiratan daripada sahabatnya itu. Misalnya seseorang yang mencintai gurunya, sebab dengan guru itu, dia dapat memperoleh perantara yang berguna bagi menghasilkan ilmu pengetahuan serta memperbaiki amalannya, sedang tujuan utamanya ialah bahawa dengan ilmu pengetahuan dan amalan yang dilakukannya itu hanyalah untuk keakhiratan belaka. Orang yang sedemikian inilah yang termasuk dalam golongan para pencinta melulu untuk mencari keredhaan ALLAH sahaja.

            Demikian pula seseorang yang mencintai muridnya, sebab pada muridnya itulah dia dapat mencurahkan isi pengetahuannya dan dengan perantaraan muridnya itu pula, dia dapat memperoleh derajat atau tingkat sebagai pengajar atau guru. Guru yang semacam inilah juga disebut mencintai orang lain untuk mencari keredhaan ALLAH Ta'ala.

Bahkan seseorang yang suka menyedekahkan hartanya kerana ALLAH bukan untuk pamer dan riak, suka mengumpulkan tamu-tamunya lalu menjamu mereka dengan makanan lazat-lazat serta beraneka jenis yang dilakukan semata-mata kerana untuk mendekatkan diri kepada ALLAH SWT. Ia suka kepada kepada orang pemasak yang pandai kerana ketelitian dan kebaikan cara memasaknya, maka orang itupun termasuk pula dalam golongan pencinta untuk mencari keredhaan ALLAH.

           Selain itu, termasuk pula dalam golongan ini seseorang yang mencintai kepada seseorang yang suka menyampaikan sedekah atau zakatnya kepada orang-orang yang berhak menerimanya. Jadi dia juga mencintainya kerana ALLAH. Demikian pula seseorang yang mencintai pada pelayannya yang membantu dirinya untuk mencucikan pakaian atau membersihkan lantai rumahnya atau memasakkan makanannya, kemudian dengan demikian tadi ia sendiri dapat penuh mencurahkan ilmu pengetahuan serta amalan shalihnya, sedang maksudnya menggunakan pelayan dengan pekerjaan tadi adalah untuk terus-menerus dapat beribadat, itupun orang yang mencintai kerana ALLAH juga.
          
           Sementara itu, seseorang yang mencintai orang yang memberikan nafkah dari hartanya dan mencukupi pakaian, makanan serta tempat tinggalnya dan juga segala macam keperluan yang diperlukan dalam kehidupan di dunia, sedang maksudnya ialah bahawa dengan demikian itu ia dapat memusatkan perhatian dalam seluruh waktunya untuk menuntut ilmu pengetahuan atau melakukan amalan shalih yang dapat mendekatkan dirinya kepada ALLAH Ta'ala, maka orang inipun termasuk mencintai kerana ALLAH Ta'ala.
Orang-orang salaf dahulu, sebahagian di antara mereka itu ada yang seluruh keperluannya ditanggung dan dicukupi oleh kaum hartawan dan mereka yang berkemampuan. Maka kedua belah pihak tadi, baik yang memberi kegembiraan atau yang menerima kegembiraan adalah termasuk saling cinta-mencintai untuk keredhaan ALLAH juga.

            Apabila seseorang itu menikahi seseorang wanita yang shalih, yang dengan demikian itu dimaksudkan agar dirinya dapat terhindar dan terjaga dari godaan syaitan dan pula guna menjaga agamanya atau agar nantinya dapat dikurnia oleh ALLAH Subhanahu wa Ta'ala seseorang anak yang shalih ataupun seseorang yang mencintai isterinya kerana isteri itulah yang merupakan perantara atau alat kepada tujuan-tujuan keagamaan, maka kedua macam orang itupun termasuk mencintai kerana ALLAH.
Juga seseorang yang dalam kalbunya ada rasa kecintaan kepada ALLAH dan dunia, seperti seseorang yang mencintai seorang guru yang mengajarkan ilmu pengetahuan kepadanya, baik agama atau lainnya, lalu ia memberikan kecukupan, sehingga tidak lagi memikirkan keperluan-keperluan dalam hal dunia, umpama dengan mengembirakannya dengan jalan memberikan sebahagian hartanya, maka orang inipun namanya mencintai kerana ALLAH pula.

            Memang, bukan sekali-kali yang merupakan syarat mencintai ALLAH itu harus tidak mencintai harta dunia, sehingga bahagiannya dari dunia itu ditinggalkannya sama sekali, tidak, sebab isi doa yang diperintahkan oleh para nabi Shalawatullahi 'alaihim itu adalah mencakup antara kepentingan dunia dan akhirat, sebagaimana yang tertera dalam ayat al-Quran:
"Ya Tuhan kami, berikan kebaikan pada kami di dunia dan kebaikan pula di akhirat" (Surah Al-Baqarah ayat 201)
Juga dalam hadits Nabi SAW disebutkan suatu doa yang berbunyi:
"Ya ALLAH, sesungguhnya saya memohon padaMU suatu kerahmatan yang dengannya itu dapatlah saya memperoleh keutamaan kemuliaanMU di dunia dan akhirat" (HR Tirmidzi)

           Demikianlah arti yang sebenarnya dalam persoalan mencintai ALLAH dan cinta-mencintai keranaNYA.
Selanjutnya, perlu kita maklumi, bahawa apabila kecintaan kerana ALLAH sudah benar-benar kuat dalam jiwa seseorang, maka itulah yang akan membawa saling harga menghargai, suka menolong, dan dermawan untuk membelanjakan segala yang dimiliki, baik jiwa, harta dan ucapan yang berupa nasihat yang baik dan terpuji.

         Perbezaan setiap manusia dalam hal selisihnya perkara kecintaan sebagaimana yang diuraikan di atas itu adalah bergantung pada besar kecilnya kesedaran dalam menginsafi arti kecintaan pada ALLAH TA'ALA itu sendiri, hanya saja kadang-kadang seseorang itu akan menerima suatu ujian dalam menghadapi masalah-masalah yang bertalian dengan keuntungan atau bahagian dari dirinya sendiri, bahkan kadang-kadang ini dapatlah ia memenangkannya, sehingga untuk dirinya sendiri tiada bahagian yang diperolehnya. Adakalanya, bahagian itu semua diperoleh oleh orang yang dicintai itu semata-mata.

            Sementara itu, ada pula kecintaan yang dilakukan dengan cara meninggalkan sebahagian dari haknya dan hanya sebahagian sahaja yang diambilnya, umpama seseorang yang dengan rela hati memberikan sebahagian dari harta miliknya sendiri kepada kekasihnya, baik separuh, sepertiga, atau sepersepuluhnya. Dari kadar banyak yang diberikannya itulah dapat dinilai betapa besarnya atau betapa tinggi nilai kecintaannya itu, sebab tentulah tidak dapat mengerti tingkat apa yang dicintai itu melainkan dengan mengorbankan sesuatu yang dicintai pula, yakni yang ditinggalkan sebagai bandingnya.

          Seseorang yang sudah sangat mendalam kecintaannya dan dengan sepenuh hati mencintainya, pastilah tiada sesuatu bendapun yang masih dicintainya kecuali apa yang paling dicintainya tadi. Oleh sebab itu, tidak perlulah dirinya memiliki atau menahan sesuatupun lagi, asalkan yang dicintai dengan sungguh-sungguh tadi masih tetap dalam gengamannya. Misalnya yang demikian ini merupakan perilaku yang dilaksanakan oleh Abu Bakar Ashshiddiq r.a. Ia telah menyerahkan seorang puterinya kepada Rasulullah s.a.w yang sebenarnya puterinya itu adalah jantung hati dan kepuasan mata kalbunya. Bahkan seluruh hartanya diberikan untuk kepentingan agama.

          Oleh sebab itu, maka dapatlah ditarik kesimpulan dari uraian di atas, bahawa seseorang yang mencintai seorang alim atau seorang ahli ibadat atau seseorang yang gemar menuntut ilmu pengetahuan atau melangsungkan peribadatan atau apa saja yang merupakan amal kebaikan, maka orang tadi benar-benar dapat dianggap mencintai kerana ALLAH dan untuk ALLAH semata-mata. Dalam hal ini tentulah ia memperoleh pahala dan kurnia menurut kadar besar kecilnya atau sampai di mana kekuatan kecintaan yang dibuktikan oleh dirinya.
(dipetik dari Kitab Ihya Ulumuddin Imam Ghazali, Bimbingan untuk Mencapai Tingkat Mukmin, di bawah tajuk Tata Kesopanan Hidup Rukun dan Bergaul)

Wednesday, November 3, 2010

Renungan Bersama..,

Assalamualaikum w.b.t..
Sahabat-sahabat semua...

baca dan renung-renungkanlahlah....
 
YA ALLAH..
YA RAHMAN..
YA RAHIM....
             Lindunglilah dan peliharakanlah kami, kedua ibubapa kami,suami kami, isteri kami, anak-anak kami, kaum keluarga kami & semua orang Islam dari azab seksa api nerakaMu YA ALLAH.
Sesungguhnya kami tidak layak untuk menduduki syurgaMu YA ALLAH, namun tidak pula kami sanggup untuk ke nerakaMu YA ALLAH.
Ampunilah dosa-dosa kami, terimalah taubat kami dan terimalah segala ibadah dan amalan kami dengan rahmat-MU ALLAH...
            Siapalah kami tanpa rahmat n pengampunan dari-MU..
Yazid Ar Raqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata:
Jibrail datang kepada Nabi SAW pada waktu yg ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya, maka ditanya oleh nabi s.a.w
"'Mengapa aku melihat kau berubah muka?"

Jawabnya:

           "Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yg mengetahui bahawa neraka Jahannam itu benar, dan siksa kubur itu benar,dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman dari padanya."
Lalu nabi s.a..w. bersabda:

"Ya Jibrail, jelaskan padaku sifatJahannam."

Jawabnya:

           "Ya. Ketika Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan selama seribu tahun, sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum nescaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya kerana panasnya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung di antara langit dan bumi nescaya akan mati penduduk bumi kerana panas dan basinya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yg disebut dalam Al-Quran itu diletakkan di atas bukit, nescaya akan cair sampai ke bawah bumi yg ke tujuh. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan seorang di hujung barat tersiksa,nescaya akan terbakar orang-orang yang di hujung timur kerana sangat panasnya, Jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya besi dan minumannya air panas campur nanah dan pakaiannya potongan-potongan api. Api neraka itu ada tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bahagiannya yang tertentu dari orang laki-laki dan perempuan."
 
 Nabi s.a.w. bertanya:

"Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu rumah kami?"
Jawabnya:

"Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya dibawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan 70,000 tahun, tiappintu lebih panas dari yang lain 70 kali ganda.' (nota kefahaman: iaituyg lebih bawah lebih panas)"

Tanya Rasulullah s.a.w.:

"Siapakah penduduk setiap pintu-pintu  itu?"

Jawab Jibrail:
 
"Pintu yg terbawah untuk orang-orang munafik, dan orang-orang yg kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat nabi Isa a.s.. serta keluarga Fir'aun sedang namanya Al-Hawiyah.
 
Pintu kedua tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim,
 
Pintu ketiga tempat orang shobi'in bernama Saqar.
 
Pintu ke empat tempat Iblis dan pengikutnya dari kaum majusi bernama Ladha,
 
Pintu kelima orang yahudi bernama Huthomah.
 
Pintu ke enam tempat orang nasara bernama Sa'eir.'
Kemudian Jibrail diam segan pada Rasulullah s.a.w.. sehingga ditanya:

"Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ke tujuh?"

Jawabnya:

"Di dalamnya orang-orang yg berdosa besar dari ummatmu yg mati belum sempat bertaubat."

Maka nabi s.a.w. jatuh pingsan ketika mendengar keterangan itu, sehingga Jibrail meletakkan kepala nabi s.a.w. di pangkuannya sehingga sedar kembali dan sesudah sadar nabi saw bersabda:

"Ya Jibrail, sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummat ku yang akan masuk kedalam neraka?"

Jawabnya:

"Ya, iaitu orang yg berdosa besar dari ummatmu."

Kemudian Nabi s.a.w. menangis, Jibrail juga menangis, kemudian Nabi s.a.w.masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sembahyang kemudian kembali dan tidak berbicara dengan orang dan bila sembahyang selalu menangis dan minta kepada Allah.

(Dipetik dari kitab 'Peringatan Bagi Yg Lalai')

Dari Hadith Qudsi:
Bagaimana kamu masih boleh melakukan maksiat sedangkankamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik matahari Ku.
Tahukah kamu bahawa neraka jahanamKu itu:
1. Neraka Jahanam itu mempunyai 7 tingkat
 
2. Setiap tingkat mempunyai 70,000 daerah
 
3. Setiap daerah mempunyai 70,000 kampung
 
4. Setiap kampung mempunyai 70,000 rumah
 
5. Setiap rumah mempunyai 70,000 bilik
 
6. Setiap bilik mempunyai 70,000 kotak
 
7. Setiap kotak mempunyai 70,000 batang pokok zarqum
 
8. Di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 ekorular
 
9. Di dalam mulut setiap ular yang panjang 70 hastamengandungi lautan racun yang hitam pekat.
 
10. Juga di bawah setiap pokok zarqum mempunyai70,000 rantai
 
11. Setiap rantai diseret oleh 70,000 malaikat
 
Mudah-mudahan ini dapat menimbulkan keinsafan kepada kita semua......Wallahua'lam.
 
Al-Quran Surah Al- Baqarah Ayat 159
"Sesungguhnyaorang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan dariketerangan-keterangan dan petunjuk hidayat, sesudah Kami terangkannyakepada manusia di dalam Kitab Suci, mereka itu dilaknat oleh Allah dandilaknat oleh sekalian makhluk."

Disebutkan di dalam satu riwayat, bahawasanya apabila para makhluk dibangkitkan dari kubur, mereka semuanya berdiri tegak di kubur masing-masing selama 44 tahun UMUR AKHIRAT dalam keadaan TIDAK MAKAN dan TIDAK MINUM , TIDAK DUDUK dan TIDAK BERCAKAP .

Bertanya orang kepada Rasulullah saw :

'Bagaimana kita dapat mengenali ORANG-ORANG MUKMIN kelak di hari qiamat?'

Maka jawabnya Rasulullah saw:

           'Umatku dikenali kerana WAJAH mereka putih disebabkan oleh WUDHU'. Bila qiamat datang maka malaikat datang kekubur orang mukmin sambil membersihkan debu di badan mereka KECUALI pada tempat sujud. Bekas SUJUD tidak dihilangkan. Maka memanggillah dari zat yang memanggil. Bukanlah debu 'itu dari debu kubur mereka, akan tetapi debu itu ialah debu KEIMANAN' mereka. Oleh itu tinggallah debu itu sehingga mereka melalui titian' SiratulMustaqim dan memasuki Alam SYURGA, sehingga setiap orang melihat para mukmin itu mengetahui bahawa mereka adalah pelayan Ku dan hamba-hambaKu."

Disebutkan oleh hadith Rasulullah saw bahawa sepuluh orangyang mayatnya TIDAK BUSUK dan TIDAK REPUT dan akan bangkit dalam tubuhasal diwaktu mati :-
1. Para Nabi
 
2 Para Ahli Jihad
 
3. Para Alim Ulama
 
4. Para Syuhada
 
5. Para Penghafal Al Quran
 
6. Imam atau Pemimpin yang Adil
 
7. Tukang Azan
 
8. Wanita yang mati kelahiran/beranak
 
9. Orang mati dibunuh atau dianiaya
 
10. Orang yang mati di siang hari atau di malam Jumaat jika mereka itu dari kalangan orang yang beriman.

Didalam satu riwayat yang lain dari Jabir bin Abdullah ra sabda Rasulullah saw:

             "Apabila datang hari QIAMAT dan orang-orang yang berada di dalam kubur dibangkitkan maka Allah swt memberi wahyu kepada Malaikat Ridhwan: 'Wahai Ridhwan, sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba Kuberpuasa ( Ahli Puasa ) dari kubur mereka di dalam keadaan letih dandahaga. Maka ambillah dan berikan mereka segala makanan yang digorengdan buah-buahan SYURGA. ' Maka Malaikat Ridhwan menyeru, wahai sekelian kawan-kawan dan semua anak-anak yang belum baligh, lalu mereka semua datang dengan membawa dulang dari nur dan berhimpun dekat Malaikat Ridhwan bersama dulang yang penuh dengan buahan dan minuman yang lazat dari syurga dengan sangat banyak melebihi daun-daun kayu dibumi. Jika Malaikat Ridhwan berjumpa mukmin maka dia memberi makanan itu kepada mereka sambil mengucap sebagaimana yang difirman oleh Allah swt di dalam Surah Al-Haqqah bermaksud :'Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan AMAL yang telah kamu kerjakan pada HARI yang telah LALU itu."

* Sebarkan kisah ini kepada saudara Islam yang lain.
Ilmu yang bermanfaat ialah salah satu amal yang berkekalan bagi orang yangmengajarnya meskipun dia sudah mati.
' Dan ( ingatlah ) Allah sentiasa mengetahui dengan mendalam akan apa jua yang kamu lakukan.' (SurahAl-Baqarah : 237)

 
Powered by Blogger